Apa yang Kamu Cari?

Translate

Pembunuh Kendaraan Bermotor

Wednesday, November 27, 2013


Pembunuh Kendaraan Bermotor - Seputar Informasi dalam Cerita. Sebagai warga negara yang baik, tentulah membayar pajak adalah suatu kewajiban. Pajak yang dibayar oleh masyarakat akan digunakan untuk segala hal dalam pembangunan negara. Banyak macam-macam pajak yang harus dibayar oleh rakyat kepada negara, salah satunya adalah pajak kendaraan bermotor. Kendaran bermotor di Jakarta sendiri sudah semakin banyak dan membuat jalanan semakin macet. Bahkan tidak jarang jika satu orang di Jakarta dapat memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu.

Paidi adalah seorang karyawan swasta yang kantornya bergerak dibidang konsultan. Pagi hari Paidi sudah bersiap-siap berangkat dengan menggunakan mobil sedan kesayangannya. Istri Paidi, yang berprofesi sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan juga sudah bersiap-siap berangkat menggunakan mobil. Paidi di rumahnya memiliki setidaknya dua sepeda motor dan tiga mobil.


Mendengar wacana dari pemerintah Jakarta yang menaikkan pajak progresif kendaraan bermotor membuat Paidi pusing. Pasalnya, kenaikan pajak progresif kendaraan bermotor di Jakarta akan naik seratus persen. Paidi yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu, merasa keberatan atas kebijakan ini. Maka tidaklah heran jika pajak progresif ini disebut sebagai pajak pembunuh kendaraan bermotor.

Upaya pemerintah menaikkan pajak progresif kendaraan bermotor ini adalah untuk menekan angka peningkatan pembelian kendaraan bermotor di Jakarta yang setiap tahunnya meningkat. Diharapkan dengan kenaikan pajak progresif kendaraan bermotor ini, masyarakat dapat mengurangi kebiasaan membeli kendaraan baru setiap tahunnya.

Profesi Guru Idaman Anak Muda

Wednesday, November 20, 2013

Profesi GuruIdaman Anak Muda - SINTA (Seputar Informasi dalam Berita). Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ya, kalimat itu adalah sebuah ungkapan lama yang masih disematkan pada guru. Profesi guru di Indonesia sejak dulu sering identik dengan kehidupan yang serba kurang. Bahkan tidak jarang, jika orang tua dahulu melarang anak-anaknya jika bercita-cita menjadi guru. Kehidupan profesi guru yang dulu dipandang serba kekurangan seiring perkembangan zaman, mulai berubah pandangan itu. Kini pemerintah sudah mengadakan sebuah program khusus guru yang diberi nama sertifikasi guru.
 
Hari Selasa itu adalah hari di mana Nandi telah berhasil menyelesaikan studi S-1 kuliahnya. Nandi adalah seorang mahasiswa dari jurusan pendidikan Matematika di sebuah universitas di Sumatra. Ia sejak kecil bercita-cita menjadi seorang guru. Padahal, ayahnya sudah memberi tahu bahwa menjadi guru, terlebih lagi guru di daerah kehidupannya sangat sulit dan memprihatinkan. Namun, tekad Nandi sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat. 


Semenjak ada berita tentang sertifikasi guru, Nandi semakin yakin memilih guru menjadi pilihan kariernya. Setelah lulus S-1 ia bersemangat mengikuti program sertifikasi guru. Ia yakin bahwa profesi guru saat ini akan menjadi sebuah pekerjaan yang sangat layak dan tidak akan dipandang remeh oleh banyak orang. Nandi bersyukur, kesadaran pemerintah akan pentingnya kesejahteraan guru merupakan titik awal semangat guru dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ternyata program sertifikasi profesi guru membuat magnet yang begitu dahsyat bagi anak muda. Secara tidak langsung, melalui program sertifikasi profesi guru ini juga, menumbuhkan rasa di dalam tubuh anak-anak muda penerus bangsa untuk menjadi motor penggerak kecerdasan anak bangsa di generasi yang akan datang. Kebijakan pemerintah terhadap profesi guru ini layak dan patut untuk dipertahankan guna meningkatkan kesejahteraan kehidupan guru yang berimbas pada semangat guru dalam mengajar.

Prestasi Internasional Mahasiswa Daerah

Monday, November 18, 2013



Prestasi Internasional Mahasiswa Daerah - SINTA )Seputar Informasi dalam Cerita). Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang memiliki berbagai potensi di dalam dirinya, hendaknya disalurkan kepada hal-hal positif, bukannya malah seperti tawuran, demonstrasi anarkis dan tindakan negatif lainnya. Di zaman globalisasi ini, sebagai mahasiswa, sudah selaaknya membuat sesuatu yang dapat mengharumkan nama bangsa, terlebih lagi dapat membuat sebuah prestasi internasional. Tentunya, nama Indonesia di mata dunia akan semakin baik dan tidak akan dipandang sebelah mata oleh bangsa lain, jika anak-anak bangsa Indonesia dapat mencengangkan dunia lewat prestasi internasional yang dibuatnya.

Di sebuah kampus yang berada di Kota Bandar Lampung, seorang mahasiswa bernama Eri sedang duduk di aula gedung kampusnya. Ia diundang sebagai tamu kehormatan atas keberhasilan sebuah makalahnya yang terbit di jurnal internasional. Mahasiswa itu bukan berasal dari kota besar layaknya Jakarta, melainkan mahasiswa daerah yang dapat menciptakan sebuah prestasi internasional. Eri berhasil lolos pada tahap final dalam presentasi makalahnya tersebut. Memang Eri belum menjadi juara, namun suatu kebanggaan jika hasil kerjanya dimuat dalam jurnal internasional.


Semua civitas akademika di kampusnya memberikan selamat secara bergantian. Perasaan Eri sungguh tidak dapat dilukiskan. Entah mimpi apa ia semalam jika makalahnya dapat tembus ke jurnal internasional. Eri yang bercita-cita melanjutkan studi S-2 ke Jerman berharap melalui lolosnya makalah yang ia buat dapat membantu mewujudkan cita-citanya tersebut. Sejak pagi hingga sore menjelang nama Eri selalu dibanggakan. Wajar saja karena Eri merupakan mahasiswa yang baru kali ini dapat membuat sebuah prestasi internasional yang bahkan dosen sekali pun sulit untuk melakukannya.

Prestasi internasional yang ditunjukkan oleh Eri membuat kita berpikir. Eri seorang mahasiswa yang berasal dari universitas di luar Jakarta, atau notebene berasal dari mahasiswa daerah, dapat membanggakan Indonesia melalui karyanya. Ini merupakan salah satu pecut bagi mahasiswa-mahasiswa lain agar semakin semangat dalam upayanya membuat sebuah karya yang berguna bagi negara. Tidak usah berpikir terlalu jauh tentang prestasi internasional yang akan dicapai, membuat prestasi di dalam negeri pun jika bermanfaat bagi orang banyak akan lebih mendapat manfaat bagi masyarakat.

Buah Hasil Perjuangan Walikota

Friday, November 15, 2013



Buah Hasil Perjuangan Walikota - SINTA (Seputar Informasi dalam Cerita). Teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat, membuat masyakarat mau tidak mau harus mengikuti arus globalisasi yang sudah tidak mungkin untuk dibendung. Terlebih lagi para generasi muda anak didik bangsa yang akan menerukan memimpin negara ini, kemampuan akan teknologi informasi sudah barang tentu menjadi kebutuhan yang primer. Melihat fenomena ini, Kuntadi selaku walikota di sebuah daerah di Jawa Tengah, dengan gigih mengupayakan agar siswa-siswi di daerah yang ia pimpin menjadi melek teknologi. Berbagai usaha telah Kuntadi lakukan untuk memwujudkan keinginannya tersebut. Perjuangan walikota ini tentu sangat diapresiasikan warga. Buah hasil perjuangan walikota itu sudah dirasakan para siswa-siswi di sekolah daerah tempat Kuntadi memimpin.

Pagi yang cerah di hari Jum’at itu, Kuntadi berencana melihat sebuah objek pekerjaan yang sedang ia garap. Ada dua objek yang sedang ia garap bersama timnya. Pertama adalah peningkatan pemasangan kuota kabel fiber optic sebagai penghubung jaringan internet dan yang kedua pelatihan teknologi dan informasi bagi para pendidik di kota tersebut. Niat baik Kuntadi memang sangat luar biasa. Para warga di kotanya sangat mendukung perjuangan walikota tersebut.

Maka tidaklah heran, jika buah hasil dari perjuangannya ini sudah mencapai 55 persen di sekolah dasar yang ada di daerah tersebut sudah memiliki laboratorium komputer. Dan pada jenjang SMP dan SMA, sudah 100% memiliki fasilitas tersebut, Bahkan, 92% dari total keseluruhannya, sudah menerapkan TIK dengan optimal. Kuntadi juga sedang mengupayakan agar semua sekolah mempunyai akses yang saling terhubung dalam pembelajaran (e-learning). Ini adalah sebuah perjuangan walikota agar rakyatnya tidak ketinggalan zaman di era globalisasi ini. Maka tidaklah heran jika Kuntadi mendapat berbagai penghargaan atas buah hasil perjuangan yang telah ia kerjakan.

Pengedar Sabu Paling Kompak

Wednesday, November 13, 2013


Pengedar Sabu Paling Kompak - Seputar Informasi dalam Cerita. Sabu adalah sebuah barang haram yang semestinya tidak digunakan karena dapat merusak masa depan penggunanya. Namun, apa daya Indonesia sudah menjadi negara pengedar sabu papan atas di mata internasional jadi kecil kemungkinan harapan untuk melepaskan image buruk tersebut. Peredaran barang haram di Indonesia bagaikan jamur di musim hujan yang tumbuh begitu subur. Entah mengapa seakan-akan pemerintah yag tidak henti-hentinya melakukan berbagai upaya agar peredaran tersebut dapat dihentikan, malah semakin hari semakin bertambah saja peredarannya.

Sore itu Prianto dan Wahyuni sedang berjalan tergesa-gesa menuju rumah Atek, temannya yang berada tidak jauh dari tempat tinggal Prianto dan Wahyuni. Prianto memang pada hari itu sedang libur dalam pekerjaannya. Prianto bekerja sebagai wartawan di harian mingguan yang terbit di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sedangkan Wahyuni, istrinya, hanya seorang ibu rumah tangga. Gerak-gerik Prianto dan Wahyuni yang berlari tergesa-gesa menuju rumah Atek membuat curiga warga sekitar.


Prianto dan Wahyuni masuk ke dalam rumah Atek dan segera menemui Atek. Ternyata, sudah menjadi kebiasaan bahwa kedua pasangan suami istri adalah pengguna sekaligus pengedar sabu yang mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar di Tulungagung. Prianto dan Wahyuni juga Atek tidak menyadari bahwa kecurigaan warga telah mengintai kegiatan mereka. Dan benar saja, seketika kemudian para warga menggerebek pesta haram tersebut dan tanpa pikir panjang para warga langsung membawa mereka ke kantor polisi.

Sebagai sepasang suami istri hendaknya saling mengingatkan apabila salah satu diantaranya berbuat khilaf. Berbeda dengan Prianto dan Wahyuni yang malah bekerja sama untuk mengedarkan sabu dengan alasan motif ekonomi. Prianto dan Wahyuni merupakan salah satu pasangan yang kompak dalam melakukan hal termasuk menjadi pengedar sabu. Kekompakan dalam hal seperti inilah yang harus dicegah karena jika pada ujungnya akan membawa masalah terhadap keluarga terlebih lagi imbasnya kepada anak, maka dapat dipastikan mental sang anak menjadi guncang karena akibat kekompakan orang tua yang salah menempatkan arti kekompakan tersebut.