Apa yang Kamu Cari?

Translate

Pengedar Sabu Paling Kompak

Wednesday, November 13, 2013


Pengedar Sabu Paling Kompak - Seputar Informasi dalam Cerita. Sabu adalah sebuah barang haram yang semestinya tidak digunakan karena dapat merusak masa depan penggunanya. Namun, apa daya Indonesia sudah menjadi negara pengedar sabu papan atas di mata internasional jadi kecil kemungkinan harapan untuk melepaskan image buruk tersebut. Peredaran barang haram di Indonesia bagaikan jamur di musim hujan yang tumbuh begitu subur. Entah mengapa seakan-akan pemerintah yag tidak henti-hentinya melakukan berbagai upaya agar peredaran tersebut dapat dihentikan, malah semakin hari semakin bertambah saja peredarannya.

Sore itu Prianto dan Wahyuni sedang berjalan tergesa-gesa menuju rumah Atek, temannya yang berada tidak jauh dari tempat tinggal Prianto dan Wahyuni. Prianto memang pada hari itu sedang libur dalam pekerjaannya. Prianto bekerja sebagai wartawan di harian mingguan yang terbit di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sedangkan Wahyuni, istrinya, hanya seorang ibu rumah tangga. Gerak-gerik Prianto dan Wahyuni yang berlari tergesa-gesa menuju rumah Atek membuat curiga warga sekitar.


Prianto dan Wahyuni masuk ke dalam rumah Atek dan segera menemui Atek. Ternyata, sudah menjadi kebiasaan bahwa kedua pasangan suami istri adalah pengguna sekaligus pengedar sabu yang mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar di Tulungagung. Prianto dan Wahyuni juga Atek tidak menyadari bahwa kecurigaan warga telah mengintai kegiatan mereka. Dan benar saja, seketika kemudian para warga menggerebek pesta haram tersebut dan tanpa pikir panjang para warga langsung membawa mereka ke kantor polisi.

Sebagai sepasang suami istri hendaknya saling mengingatkan apabila salah satu diantaranya berbuat khilaf. Berbeda dengan Prianto dan Wahyuni yang malah bekerja sama untuk mengedarkan sabu dengan alasan motif ekonomi. Prianto dan Wahyuni merupakan salah satu pasangan yang kompak dalam melakukan hal termasuk menjadi pengedar sabu. Kekompakan dalam hal seperti inilah yang harus dicegah karena jika pada ujungnya akan membawa masalah terhadap keluarga terlebih lagi imbasnya kepada anak, maka dapat dipastikan mental sang anak menjadi guncang karena akibat kekompakan orang tua yang salah menempatkan arti kekompakan tersebut.

0 comments:

Post a Comment