Apa yang Kamu Cari?

Translate

Profesi Guru Idaman Anak Muda

Wednesday, November 20, 2013

Profesi GuruIdaman Anak Muda - SINTA (Seputar Informasi dalam Berita). Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ya, kalimat itu adalah sebuah ungkapan lama yang masih disematkan pada guru. Profesi guru di Indonesia sejak dulu sering identik dengan kehidupan yang serba kurang. Bahkan tidak jarang, jika orang tua dahulu melarang anak-anaknya jika bercita-cita menjadi guru. Kehidupan profesi guru yang dulu dipandang serba kekurangan seiring perkembangan zaman, mulai berubah pandangan itu. Kini pemerintah sudah mengadakan sebuah program khusus guru yang diberi nama sertifikasi guru.
 
Hari Selasa itu adalah hari di mana Nandi telah berhasil menyelesaikan studi S-1 kuliahnya. Nandi adalah seorang mahasiswa dari jurusan pendidikan Matematika di sebuah universitas di Sumatra. Ia sejak kecil bercita-cita menjadi seorang guru. Padahal, ayahnya sudah memberi tahu bahwa menjadi guru, terlebih lagi guru di daerah kehidupannya sangat sulit dan memprihatinkan. Namun, tekad Nandi sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat. 


Semenjak ada berita tentang sertifikasi guru, Nandi semakin yakin memilih guru menjadi pilihan kariernya. Setelah lulus S-1 ia bersemangat mengikuti program sertifikasi guru. Ia yakin bahwa profesi guru saat ini akan menjadi sebuah pekerjaan yang sangat layak dan tidak akan dipandang remeh oleh banyak orang. Nandi bersyukur, kesadaran pemerintah akan pentingnya kesejahteraan guru merupakan titik awal semangat guru dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ternyata program sertifikasi profesi guru membuat magnet yang begitu dahsyat bagi anak muda. Secara tidak langsung, melalui program sertifikasi profesi guru ini juga, menumbuhkan rasa di dalam tubuh anak-anak muda penerus bangsa untuk menjadi motor penggerak kecerdasan anak bangsa di generasi yang akan datang. Kebijakan pemerintah terhadap profesi guru ini layak dan patut untuk dipertahankan guna meningkatkan kesejahteraan kehidupan guru yang berimbas pada semangat guru dalam mengajar.

0 comments:

Post a Comment