Kereta Malam yang Merenggut Nyawa - Seputar Informasi dalam Cerita. “Pernah
sekali Aku pergi. Dari Jakarta ke Surabaya.”
“Untuk
menengok nenek di sana. Mengendarai kereta malam.”
Siapa
yang tidak mengenal potongan syair lagu di atas? Ya lagu ciptaan Rhoma Irama
yang berjudul kereta malam tersebut
menjadi booming kembali dengan nuansa dangdut koplonya. Lagu kereta malam yang menggambarkan
keceriaan hati dengan menaiki kereta malam tersebut sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Banyumas, Jawa
Tengah. Sebuah kereta malam merenggut nyawa orang dalam sebuah
mobil.
Priyono
dan keluarganya yang berniat mengunjungi sanak saudara di Banyumas, malam itu
melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Banyumas. Ketika itu
mesin mobil Priyono tiba-tiba mati di tengah perlintasan. Dan di saat itu
meluncur sebuah kereta malam dari
arah Purwokerto menuju Yogyakarta. Tabrakan maut tidak dapat dihindarkan. Kereta malam itu merenggut nyawa hampir seluruh penumpang dalam mobil tersebut.
Priyono yang menjadi sopir mobil tersebut tidak luput dari tabrakan tersebut
dan tewas seketika di tempat kejadian.
Kasus
tabrakan maut kereta malam yang merenggut nyawa penumpang mobil
tersebut ditangani oleh kepolisian setempat. Peristiwa tersebut menjadi
peringatan kepada pihak yang berwenang untuk memasang palang pintu kereta api
di tempat-tempat yang belum ada palang pintu kereta. Selain itu, pengendara
ketika melintasi rel tanpa palang pintu harap berhati-hati dan lebih waspada
jika ada kereta yang ingin melintas. Kejadian kereta malam yang merenggutnyawa tersebut semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua.

0 comments:
Post a Comment