Mahalnya Biaya Akta Kelahiran - Seputar Informasi dalam Cerita. Kemiskinan tidak
kunjung berakhir di negara Indonesia. Hal ini terbukti masih adanya warga
miskin di daerah Bogor, Jawa Barat, yang masih mengeluhkan mahalnya biaya
pembuatan akta kelahiran. Mengingat
sangat vital pengaruh akta kelahiran bagi si anak, salah satu contohnya untuk
masuk ke sekolah dan menerima dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) haruslah
memiliki akta kelahiran. Namun, karena mahalnya pembuatan akta kelahiran, maka
warga yang tidak mampu hanya mmengandalkan surat keterangan kelahiran.
Nurbaeda, seorang ibu
rumah tangga yang memiliki empat orang anak, mengatakan bahwa biaya yang
digunakan untuk membuat akta kelahiran mencapat hampir Rp 300.000,- jika
melalui staf desa. Uang senilai itu terlalu besar bagi seorang istri yang
suaminya hanya bekerja sebagai petani desa. Nurbaeda juga enggan jika harus
mengurus akta kelahiran seorang diri, ia takut di ping-pong ke sana ke mari dan
akan memakan biaya yang juga sama banyaknya. Akhirnya, Nurbaeda dan warga yang
kurang mampu lainnya hanya membuatkan surat keterangan kelahiran untuk anaknya.
Semestinya pemerintah
memperhatikan keluh kesah warganya yang kurang mampu terlebih lagi dalam
pengurusan surat yang sangat penting, salah satunya akta kelahiran.
Ketidakmampuan warga untuk membuat aktakelahiran jangan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan dengan memasang
tarif jasa yang terlampau tinggi. Sudah saatnya pemerintah kembali pada hakikat
tugasya yakni melayani warga dengan tulus bukan menyusahkan warga.

0 comments:
Post a Comment